Syukur

Lantas, apa lagi yang menunda kau untuk bersyukur? Kenanga tertegun, menghela napas panjang. Perkataan wanita tua pada cucunya di ruang tunggu tadi terus terngiang di kepalanya. Dengan memegang sebatang coklat yang diberikan Kenanga, Si Cucu berkepang dua itu tersenyum sembari mengucapkan terimakasih kepadanya. "Terima kasih Ya Allah.."tambah gadis kecil itu dengan nada yang amat gembira. … Lanjutkan membaca Syukur

Iklan

Pesan tentang mimpi

Istirahat itu perlu biar kamu tetap waras. Sebuah pesan masuk dari kota yang berbeda. Lucu, namun cukup membuatku paham. Akhir-akhir ini entah mengapa aku berada pada ambang kejenuhan. Yang kerap kali membuatku berpikir "kenapa orang lain bisa, sedangkan aku tidak?" beberapa teman pergi untuk menjemput citanya, sedangkan aku tetap berdiri pada titik yang sama, menggenggam … Lanjutkan membaca Pesan tentang mimpi

Temaram

Bagaikan kompas yang selalu membawamu menuju pulang, begitulah kuharap doa yang akan membawamu menuju aku. Detak jam mengisi keheningan malam ini. Berkali bola mataku berputar menujunya, tetap saja jarum jam seakan begitu lamban merangkak. Saat ini pukul dua dini hari, dimana hampir seluruh umat manusia terlelap dan dibuai manja oleh mimpi-mimpinya—aku malah terbangun karena kejadian … Lanjutkan membaca Temaram

Si Pemecah Batu

"Ah sulit sekali memecah batu ini." Decak Kuba kesal. Langit saat ini sedang tidak berbahagia, kelabu menggeluti pertanda sebentar lagi akan turun hujan. "Istirahatlah Kuba, sudah hampir sehari penuh kau berusaha memecahkannya. Dirimu juga butuh istirahat, bekerja saat tubuhmu lemah rasanya percuma saja." Ucap Jingga. Kuba melihat Jingga sekilas dari sudut matanya, tanpa berpaling sedikit … Lanjutkan membaca Si Pemecah Batu

Obrolan Puan dan Arjuna

Suatu malam sang Puan bertanya pada Arjuna, "Mengapa di langit ada rembulan dan bintang?" Arjuna menatap sepasang bola mata berbinar di wajah ayu yang tak dapat ia sentuh. "Karena tuhan tahu, sendirian di dalam kegelapan sangatlah menyedihkan." Jawabnya tenang seraya gurat senyum tergurat di wajahnya. Lalu sang puan kembali bertanya kembali dengan lugunya, "Apakah Tuhan … Lanjutkan membaca Obrolan Puan dan Arjuna

Barangkali Kau Masih Ingat Aku..

Sampai dimana? Sampai aku lupa bahwa telah tertinggal jauh dari langkahmu. Diam adalah cara terbaik untuk menyembunyikan, Diam bahwasanya juga cara menyakitkan untuk memendam. Ah Sudahlah, Biarlah rasaku jadi urusanku. Silakan lanjutkan langkahmu Namun ku harap Sesekali kau menoleh ke belakang. Dari aku, Kata-kata yang kerap kali sulit kau mengerti, namun selalu kau coba pahami. … Lanjutkan membaca Barangkali Kau Masih Ingat Aku..