Coretan rindu

Malam ini,bukan malam minggu atau malam-malam berarti lainnya. hanya saja, rindu ini selalu mengangguku — mengacau segala inginku untuk pergi menjauh. maka kuputuskan untuk membiarkan rindu pergi bebas melalui tulisan ini.

Entah dibaca, terbaca, atau malah kamu abaikan terserah.. aku hanya membebaskan rindu yang selama ini berasrama dalam benakku.

Saat ini, lagu Garis terdepan dari Fiersa Besari menemaniku di balik jendela, mengagumi cahaya bintang yang berpendar dari langit malam.

Bagaimana kabarmu? Aku harap kamu selalu dalam keadaan bahagia. Entah bahagia dengan studimu, teman-temanmu, bahkan dengan seseorang yang mampu membuatmu selalu tersenyum.

Tak tahu sudah berapa lama aku bersembunyi di balik gubuk kepengecutanku ini. Aku terlalu takut untuk berhadapan dengan kenyataan bahwa kini kamu akan pergi jauh. Bodoh bukan? Bukankah akan lebih baik jika aku menemanimu hingga kamu pergi dengan gurat senyum tergambar jelas di wajahmu? Ya, akan lebih baik jika begitu. Tapi, aku bukan siapa-siapa yang mungkin tak berarti apa-apa untukmu. Aku hanya temanmu, teman, bukan nama yang tercatut pada hatimu.

Aku mengerti bahwa cinta terkadang memang harus dirahasiakan, beberapa rindu tak perlu diungkap dengan keras agar orang yang dituju mengerti akan perasaanmu. karena, bisa jadi perasaanmu hanya permainan belaka baginya.

Aku bersembunyi, untuk mengistirahatkan raut wajah yang selalu saja membohongi perasaanku: ketika bertahun-tahun aku di dekatmu, menjadi temanmu, mendengarkan berbagai ceritamu, tentang semua mimpi dan juga seseorang yang entah itu siapa, namun selalu saja kamu banggakan.

Aku butuh sedikit jeda untuk kembali pada kepura-puraanku yang sebenarnya menyayat hatiku sendiri, tersenyum,tertawa, dengan tabah mengalihkan getir.

Baiklah, aku kira sampai sini saja. Tak perlu dilanjutkan sekarang, simpan semua sampai cerita ini menemukan akhirnya.

Selamat dan semangat! Sampai bertemu di puncak kesuksesanmu. Sampai bertemu lagi, dengan mimpi yang telah berhasil kita gapai.

Tetap menjadi pribadi yang kuat, humoris, dan selalu bahagia.

Dari aku, temanmu.

20:20

Pecinta Bintang

Prabumulih, 12 Juli 2017

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s