Syukur

Lantas, apa lagi yang menunda kau untuk bersyukur?

Kenanga tertegun, menghela napas panjang. Perkataan wanita tua pada cucunya di ruang tunggu tadi terus terngiang di kepalanya.

Dengan memegang sebatang coklat yang diberikan Kenanga, Si Cucu berkepang dua itu tersenyum sembari mengucapkan terimakasih kepadanya.

“Terima kasih Ya Allah..”tambah gadis kecil itu dengan nada yang amat gembira.

Pandangan Kenanga menjelajah langit malam dari jendela pesawat. Malam ini, bulan tidak sendiri — begitu banyak bintang yang menemani.

Detik per detik detak jantungnya, setiap helaan napasnya, nikmat untuk memandang langit malam — gemerlap bintang di angkasa, hingga kesempatan atas durasi hidup yang diberikan adalah hal-hal yang harus disyukuri.

Perihal menyebalkan yang menghampirinya, sungguh tidak mampu menghalangi rasa syukur yang harus senantiasa ia ucapkan atas nikmat Allah yang begitu besar padanya.

“Tidak satu pun, sungguh Allah Maha Pengasi lagi Maha Penyayang.” Jawabnya mantap atas ucapan yang sedari tadi mengerumuni kepalanya.

 

 

2 tanggapan untuk “Syukur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s