Lagi.

Teruntuk penyair yang bermukim di kepalaku.

Apa kabar?

Apa tidak bosan buatku khawatir perihal kabarmu?

Herannya, kau suka sekali berlari di pikiranku bahkan disela sibukku.
Ya, meski hanya sebatas terka, ku harap kau akan selalu baik-baik saja.
Tanpa kabar, ku harap kau masih menyimpan debar. Dari kejauhan doaku akan terus menujumu. Semoga kau akan dan terus bahagia dengan apa dan siapapun itu. Aku tanpa daya, hanya seorang penyair keras kepala yang selalu kau buat repot perkara merindu.

Pencinta Bintang,
Palembang, 8 September 2019.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s