Langit dan Rindu

Langit, selalu melahirkan banyak kata sifat. Rindu, satu diantaranya. Kata orang, rindu itu obatnya cuma temu. Betul sih, namun bagiku temu kerap melahirkan rindu-rindu baru yang tak berkesudahan. kalau menurutmu, rindu itu apa?

Oh, iya.
Saat menatap langit, seringkali aku menerka, bagaimana hidup kedepannya? Apakah kita akan tetap saling menyapa? Bertatap? Atau malah kemudian bertentang?

Terlalu banyak pertanyaan yang merepotkan di kepala membuatku menjadikan perjalanan sebagai salah satu upaya meredamnya.

Sebenarnya kemampuan yang mesti selalu dipelajari adalah harus bisa lebih berlapang dada, bersiap dengan segala kemungkinan yang akan datang. Cepat atau lambat, punggung itu menetap malah memilih untuk berjalan berbalik arah.

Dan menerima realita; Langit tetap sama, perasaannya yang berbeda. Rinduku satu arah.

Pencinta Bintang,
12 April 2020.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s